Kisah Sadio Mane, Anak Dari Keluarga Miskin yang Menjadi Pemain Kelas Dunia

Sadio Mane sekarang telah dianggap sebagai salah satu pemain top kelas dunia saat ini. Performa memukau dia tunjukkan dalam dua musim berama dengan Liverpool. Mantan pemain Southampton ini meraih Golden Boot Liga Premier dengan 22 gol bersama dengan Mohammed Salah dan memenangkan trofi Liga Champions bersama The Reds (Liverpool).Sadio Mane lahir 10 April 1992 di Sedhiou, Senegal.

Kisah Sadio Mane, Anak Dari Keluarga Miskin yang Menjadi Pemain Kelas Dunia

Kisah Sadio Mane, Anak Dari Keluarga Miskin yang Menjadi Pemain Kelas Dunia

Tumbuh di desa kecil Bambali, jauh berada di selatan Senegal. Waktu kecil dia tinggal bersama pamannya karena orang tua Sadio Mane memiliki banyak anak dan tidak mampu memenuhi kebutuhan keuangan keluarganya. Orang tua saya tidap pernah mempunyai uang untuk mengirim saya ke sekolah, ucap Sadio Mane. Setiap pagi dan sore dia selalu pergi bermain sepak bola bersama teman masa kecilnaya di jalanan.

Ketika saat masih kecil dia memikirkan Liga Premier yang sering ditonotonya melalui TV,
Mane mengucapkan itulah mimpi besar saya. Inspirasi Sadio Mane untuk menjadi pemain sepakbola datang dari kegembiraan pada tahun 2002 saat Senegal mencapai perempat final dalam penampilan pertamanya pada Piala Dunia. Mengalahkan Prancis di pertandingan pembuka adalah keajaiban yang tidak pernah dia lupakan.

Setelah Piala Dunia tersebuat Mane bersama teman temannya mengikuti turnamen kecil desa dan bertekad memenangkan dan menjadi yang terbaik didesa. Namun keluarga Mane tidak tertarik dengan sepakbola, mereka ingin Mane taat ibadah dan tidak setuju menjadi pemain bola. Demi mempelajari sepakbola lebih lanjut Mane pergi ke kota Dakar, Ibukota Negara Senegal. Pada awalnya keluarga Mane tidak mengizinkannya, tetapi saat melihat Mane sangat mencintai sepakbola akhirnya keluarga memutuskan untuk mendukung keinginannya tersebut.
Pama juga orang tua Mane menjual semua hasi panen pertanian mereka untuk diberikan kepada Mane sebagai bekal ke kota mengejar mimpinya menjadi pemain sepakbola.Bahkan orang desa juga ikut membantu mengumpulkan uang semampu mereka untuk Mane.

Paman Mane sangat berjasa sehingga semua orang didesa tersebut menyumbangkan uang untuk bekalnya menuju kekota. Mane lantas mencari tahu sepakbola paling populer di kota, pada berikutnya dia mengunjungi klub dan mengikuti seleksi masuk. Pada saat mengikuti seleksi Mane memakai sepatu boot yang sudah sobek. Saat mengikuti seleksi ada seseorang terus menatapnya dan bertanya kepadanya kesini untuk ujian? dengan memakai sepatu boot yang sobek itu? bahkan dia bilang sepatumu sanagt jelek dan tidak memakai celana sepakbola.
Mane memberi tahu bahwa apa yang dia pakai merupakan celananya yang terbaik yang dia miliki. Setelah itu pria itu melihat kejutan saat Mane masuk ke lapangan dan berkata saya memilih kamu dan bermain untuk klub.

Titik balik karirnya ketika ada pemandu asal Prancis ditugaskan mencari bakat sepakbola di Senegal untuk diberangkatkan ke Prancis. Para pemandu terpukau dengan bakat sepakbola Mane lantas memberangkatkannya ke Prancis. Membuatnya bergabung dengan klub Metz di Prancis. Mane mulai bermain sepakbola profesional di Prancis pada usia 15 Tahun. Itu menjadi awal dari Mane meraih mimpinya sebagai pemain sepakbola profesional dan hingga sekarang Sadio Mane Bermain pada salah satu tim terbaik dunia Liverpool.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *