Bukan Usia, Fabio Capello Sebut Produktivitas CR7 Menurun karena Maurizio Sarri

Bukan Usia, Fabio Capello Sebut Produktivitas CR7 Menurun karena Maurizio Sarri

Pelatih veteran Fabio Capello, asal Italia tertarik dalam ikut menyampaikan pandangannya tentang persoalan produktivitas gol Cristiano Ronaldo megabintang Juventus yang mulai mengalami penurunan saat ini. Fabio Capello menilai inti dari masalah itu bukanlah terletak pada bertambahnya umur Cristiano Ronaldo yang berumur 34 tahun saat ini.

Salah Posisi

Fabio Capello, sedikit banyak umur memang sudah menggerus kemampuan Cristiano Ronaldo di atas lapangan saat ini. Tetapi dia percaya megabintang Juventus Cristiano Ronaldo masih dapat sangat produktif jika perancang strategi Juventus Maurizio Sarri dapat menempatkannya pada posisi yang benar di tim, Cristiano Ronaldo seharusnya dibiarkan bermain lebih banyak pada area kotak penalti lawan dan bukan melebar juga diperankan sebagai penyerang sayap pada laga pertandingan.

“Cristiano Ronaldo merupakan penyerang tengah terbaik di dunia. Belum ada pemain lain yang seperti dirinya, juga memahami betul bagaimana cara mengeksploitasi bola di kotak penalti lawan. Sementara dia sekarang sudah tidak mempunyai kecepatan juga dribbling yang sama seperti sebelumnya. CR7 mestinya bermain di dalam kotak penalti,” Ucap Fabio Capello, dikutip dari Sky Sports Italia (5/1/2020).

Dari data Transfermarkt Juventus musim ini memainkan Cristiano Ronaldo pada dua posisi. Cristiano hanya dapat menorehkan 9 gol dari 14 laga saat bermain menjadi penyerang tengah, juga 3 gol dari 7 pertandingan ketika berperan menjadi penyerang sayap.

Saran Capello

Lebih jauh, Capello menyarankan Sarri untuk mematenkan posisi Ronaldo sebagai penyerang tengah, lalu mempercayakan peran di bagian sayap kepada dua bintang Bianconeri lainnya, yakni Paulo Dybala dan Douglas Costa, yang relatif masih muda.

“Saya menjadi komentator La Liga ketika dia (Ronaldo) masih bisa berlari dan meninggalkan lawannya di belakang. Dalam dirinya, dia adalah juara, yang terbaik dari semua. Tapi saat ini biarkan peran itu dipegang Dybala dan Douglas Costa yang masih bisa mencetak gol dengan cara sensasional,” tutup Capello yang pernah menangani Juventus pada periode 2004-2006.

Komparasi Produktivitas CR7 di Juve dan Madrid

Kendati terbilang masih moncer, namun tak bisa dipungkiri bahwa catatan gol yang ditorehkan Ronaldo bersama Juventus selama dua musim terakhir jauh lebih sedikit ketimbang saat dirinya masih berseragam Real Madrid. Di La Liga Spanyol, superstar berjuluk CR7 selalu mampu membukukan lebih dari 40 gol permusim. Sementara di Serie A Italia, Ronaldo hanya sanggup mencetak sebanyak 28 gol saja pada musim lalu, dan 12 gol di musim kompetisi 2019/2020 sejauh ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *